Blog e arek Mblitar..
ISLAM CORNER | HANDPHONE | WINDOWS TRICK | SEO | SOFTWARE | VIRUS | ISENG | CBOX TRICK | CSS TUTORIAL | HACKING | BLOGGING TIPS | INTERNET | HTML TUTORIAL |

BENTENG UTAMA PERTAHANAN UMAT DARI LIBERALISASI

TAUHID: BENTENG UTAMA PERTAHANAN UMAT DARI LIBERALISASI
(Oleh: Hasanal Khuluqi)

Berkembangnya gerakan Jaringan Islam Liberal (JIL), yang dilatarbelakangi dari tujuannya untuk melawan atau menghambat gerakan Islam militan atau Islam fundamentalis, semakin membahayakan aqidah umat. Hal ini terlihat dari berbagai kegiatan yang telah mereka jalankan. Salah satunya dengan menggelar kelompok diskusi maya (milis) yang tergabung dalam islamliberal@yahoogroups.com dan menyebarkan gagasannya lewat website www.islamlib.com (Adian Husaini, Islam Liberal, 2002). Sebagai contoh pendapat Luthfi As-Syaukanie yang menyatakan bahwa tidak ada syari'at Islam,  sebagaimana yang telah dikutip Adnin Armas, penulis buku Pengaruh Kristen-Orientalis Terhadap Islam Liberal mengatakan bahwa " pada banyak kasus, delik-delik perundangan yang diterapkan Muhammad dan kawan-kawannya, malah mengambil semangat hukum adat ('urf), termasuk dalam kasus rajam, potong anggota badan secara silang, pembakaran manusia (dalam kasus sodomi), dan denda (diyat, yang diambil dari kodifikasi Romawi dan Nabatean). Hanya sedikit yang beliau adopsi dari Al-Qur'an. Mengapa demikian? Karena Muhammad sedang berinteraksi dengan manusia, dengan orang-orang Yahudi, dan orang-orang tribal Madinah. Selama hukum merupakan refleksi dari dinamika sebuah masyarakat, maka apa yang dipraktikan oleh Nabi (yang Anda sebut sebagai "Sunnah Fi'liyyah) adalah keputusan manusiawi belaka. Tidak ada sesuatu yang istimewa yang harus dianggap sebagai sesuatu yang unik "Islami". Apanya yang unik? Ibadah haji saja warisan jahiliah, zakat warisan Romawi yang direvisi, shalat warisan Dawud (dalam tradisi Judaic) yang dimodifikasi, dan dalam sistem ekonomi, Rasulullah menyetujui semua praktik ekonomi orang-orang Romawi yang saat itu mendominasi hampir semua urusan administrasi dan tata negara, kecuali riba (orang-orang Romawi atau siapa pun sesungguhnya akan berkeberatan jika riba yang dimaksud adalah transaksi merugikan orang lain)". (Adnin Armas, 2003).
Pendapat salah satu tokoh liberal di atas jelas tidak dapat ditolerir. Karena dengan lantang dan berani dia mengatakan bahwa tidak ada syari'at Islam. Sebagai muslim yang mentaati Allah Swt dan Nabi Muhammad Saw, haji tidak dapat dikatakan warisan Jahiliyah, zakat warisan Romawi yang direvisi, Shalat warisan Dawud yang dimodifikasi, dan sistem ekonomi Rasulullah Saw menyutujui semua sistem ekonomi Romawi, kecuali riba. Memang  tidak dapat kita pungkiri bahwa adanya sedikit persamaan, namun hal itu bukan menunjukan bahwa Islam memodifikasi ajaran-ajaran dan sistem yang sebelumnya telah ada, tetapi ia merupakan penyempurnaan dari ajaran-ajaran sebelumnya.
Gagasan salah satu tokoh liberal di atas, jelas dapat membahayakan aqidah umat Islam. Dari sini menimbulkan adanya keragu-raguan bagi umat Islam dalam menjalankan syaria't yang telah Allah tetapkan serta yang Rasulullah Saw jalankan. Akan tetapi, berbagai gagasan para tokoh liberal, tidak akan berpengaruh dan memiliki arti apa-apa jika setiap muslim memiliki tauhid yang kokoh.
Tauhid "Basis" worldview Islam
Tauhid sebagai pondasi Islam memiliki peranan penting bagi setiap muslim. Karena pada dasarnya inti pengalaman keagamaan adalah Tuhan. Kalimat syahadah atau pengakuan penerimaan Islam merupakan penegasan bahwa "Tidak ada Tuhan selain Allah". "Allah", menempati posisi sentral dalam setiap kedudukan, tindakan dan pemikiran setiap muslim. Kehadiran Allah mengisi kesadaran muslim kapan pun dan dimanapun. Bagi kaum muslimin, Allah benar-benar merupakan obsesi yang agung. (Isma'il Raji Al-Faruqi, Tauhid, )
Tauhid merupakan pengakuan bahwa Allah sajalah yang Tuhan. Karena Allah merupakan sumber hakiki semua kebaikan, semua nilai. Oleh karenanya tauhid merupakan basis worldview (pandangan hidup) seorang muslim. Menurut Hamid Fahmy Zarkasyi, pandangan hidup Islam adalah pandangan Islam tentang realitas dan kebenaran yang menjelaskan tentang hakikat wujud yang berakumulasi dalam akal pikiran dan memancar dalam keseluruhan kegiatan kehidupan umat Islam di Dunia (Hamid Fahmy Zarkasyi, "Worldview Sebagai Asas Epitemologi Islam", Jurnal Islamia, 2005,)
Sebagai sebuah sistem yang secara definitif begitu jelas, worldview atau pandangan hidup memiliki karakteristik tersendiri yang ditentukan oleh beberapa elemen yang menjadi asas atau tiang penyokongnya. Naquib Al-Attas seperti yang dikutip oleh Hamid Fahmy Zarkasy menetapkan bahwa elemen asas bagi worldview Islam adalah konsep tentang hakikat Tuhan, tentang wahyu (al-qur'an), tentang penciptaan, tentang hakikat kejiwaan manusia, tentang ilmu, tentang agama, tentang kebebasan, tentang nilai dan kebajikan, tentang kebahagiaan (Hamid Fahmy Zarkasyi, Jurnal Islamia, 2005)
Elemen utama worldview yang dirumuskan oleh Al-Attas di atas ialah konsep tentang hakikat Tuhan. Dalam pandangan hidup Islam seorang muslim terlebih dahulu ditanami tauhid yang kemudian menyatu dengan jiwa dan raganya, sehingga darinya melahirkan pandangan yang sempurna mengenai hakikat ciptaan Allah swt.
Mengenai elemen Worldview Islam yang dirumuskan AL-Attas diatas, tidak berbeda dengan elemen yang dirumuskan Hamid Fahmy Zarkasyi yang merupakan murid dari Al-Attas, singkatnya ia menjelaskan, bahwa " worldview sebagai bangunan konsep didasari dari konsep Tuhan, kemudian konsep kehidupan, konsep dunia, konsep manusia, konsep nilai/moralitas dan konsep ilmu" Untuk menggambarkan bangunan filosofis worldview Islam ini Hamid Fahmy Zarkasyi merujuk kepada ayat yang berbunyi:
أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاء
Kata thoyyibah dalam surat Ibrahim, 14: 24 di atas, dalam beberapa tafsir, adalah syahadat. Konsep syahadat ini diibaratkan sebuah pohon; akarnya kokoh, cabangnya menjulang tinggi ke langit, memberi makanan pada setiap musim dengan izin Tuhannya. Inilah analogi al-Quran tentang peradaban Islam yang berkembang dari konsep tauhid dan ilmu pengetahuan Islam yang kemudian memberi rahmat kepada peradaban-peradaban lain yang ada di dunia.
Antara Tauhid dan Liberalisasi
Maraknya usaha liberalisasi di dunia Islam saat ini akan memiliki dampak negative yang besar jika setiap muslim tidak memiliki tauhid yang kuat. Karena dari tauhidlah seorang muslim dapat memandang Al-Qur'an sebagai kalam ilahi yang suci, yaitu wahyu yang diberikan oleh Allah Swt kepada Nabi Muhammad Saw untuk semua umatnya. Dengan tauhid yang benar, seorang muslim akan meyakini bahwa apapun yang datang dari Rosulullah Saw merupakan ajaran dan syari'at yang dapat membawa kepada kemashlahatan, serta kebahagiaan di dunia dan di akhirat.
Tauhid yang tertanam dengan kokoh pada diri setiap muslim akan selalu memberikan kekuatan. Ia akan menjaga si empunya dari serangan musuh-musuh yang mencoba meruntuhkannya. Apapun yang terjadi, kondisi bagaimanapun itu tauhid akan tetap memberikan sinar petunjuk dalam menjalani kehidupan di dunia saat ini.
Berbeda jika seorang muslim memiliki tauhid yang rapuh. Serangan yang dilancarkan oleh Barat justru akan menjadikan dirinya kehilangan arah. Disatu sisi ia memiliki identitas keIslaman, disisi lain cara pandang, pemikiran dan perilakunya menunjukan kepada kekufuran.
Dengan rapuhnya tauhid yang dimiliki seorang muslim, pertama ia akan menganggap bahwa Al-qur'an bukan merupakan wahyu yang suci yang telah diturunkan kepada nabi Muhammad Saw untuk seluruh umatnya, dari situ kemudian akan melahirkan keyakinan bahwa apapun yang dilakukan nabi bukan merupakan ajaran dan syari'at Islam yang dapat membawa manusia menuju jalan keselamatan. Jika ia begitu yakin dengan apa yang telah di genggamnya, maka secara leluasa ia akan menimbulkan fitnah dimana-mana, serta dapat menyesatkan saudaranya yang muslim.
Dari pemaparan di atas, dapat simpulkan bahwa tauhid bagi seorang muslim merupakan benteng utama dalam mempertahankan aqidah. Dengan landasan tauhid yang kokoh. Umat akan terjaga dari serangan liberalisasi yang dilancarkan oleh orientalis maupun oleh kaum liberal muslim.
Wallahul hadi ila showab........ 

0 comments:

TULIS KOMENTAR ANDA..!!

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger