Blog e arek Mblitar..
ISLAM CORNER | HANDPHONE | WINDOWS TRICK | SEO | SOFTWARE | VIRUS | ISENG | CBOX TRICK | CSS TUTORIAL | HACKING | BLOGGING TIPS | INTERNET | HTML TUTORIAL |

Dahsyatnya Bahaya Ghozwul Fikri

  Dahsyatnya Bahaya Ghozwul Fikri
(Oleh: Hasanal Khuluqi)


            Ghozwul Fikri (Perang Pemikiran), sebuah ungkapan yang menakutkan, menyesakkan dada, membuat merinding orang yang mendengarnya, perang adalah identik dengan pembunuhan, terjadinya kerusakan, rumah, gedung-gedung, jalan-jalan, pasar, mall, gedung persekolahan, tempat ibadah dll. Ghozwul Fikri adalah lebih dahsyad dari apa yang kita dibayangkan, Ghozwul fikri (perang pemikiran), adalah sasaran utama rusaknya tatanan moral manusia dari tuntunan syare'ah, Ghozwul Fikri tiada yang terbunuh atau mebunuh, obyek sasaran Ghozwul Fikri bukanlah melukai jasmani, tetapi, berdampak pada rusaknya pola pikir manusia yang jauh dari tuntunan wahyu ilahi, bahkan berdampak lebih luas lagi yaitu menentang dan menantang sang maha perkasa pemilik alam jagad raya.
            Ghozwul fikri muncul ketika musuh-musuh Allah tidak lagi berdaya menghadapi gerak laju perkembangan islam dan tidak berdayanya mereka dari perang fisik mereka menghadapi tentara- tentara Allah. Ketika sinar cahaya Islam mulai melaju serta menyebar luas, meliputi wilayah Persia, Syiria, Palestina, Mesir dan menyebrang daratan Eropa sampai Spanyol, maka kaum salibis, Yahudi, dan orang-orang Paganis segera membendung laju kebenaran Islam. Mereka khawatir kalau cahaya Islam akan menyinari serta menerangi seluruh belahan dunia. Maka kemudian digelarlah peperangan yang panjang yang kita kenal dengan perang Salib.
            Usaha mereka melalui program peperangan yang sangat panjang, melelahkan serta menghabiskan biaya luar biasa besarnya, tetapi tidak sepadan dengan harapan yang diinginkan, membuat mereka (kaum Salibis, Yahudi dan Paganis) berfikir seribu kali untuk mengulangnya kembali, peperangan-peperangan yang tiada hasil membuat mereka putus asa dan selalu bertanya dalam hati mereka, bagaiman cara mengalahkan Umat Islam ?
            Ketika peperangan yang mereka gelar dirasa sangat melelahkan. Mereka berpikir keras, bertanya pada hati mereka bagaimana cara mengalahkan ummat Islam, ketika mereka berfikir panjang akhirnya mengambil sebuah kesimpulan sebagaimana yang telah dikemukakan oleh Gladstone, salah seorang perdana mentri Inggris, "Selama al-Qur'an ini ada di tangan ummat Islam, tidak mungkin Eropa akan menguasai dunia Timur". Sungguh benar firman Allah, sungguh musuh-musuh Islam tidak akan pernah berhenti memusuhi, sehingga mereka mencapai tujuanya, sebagaimana firman Allah : “….Dan tiada henti-hentinya mereka selalu memerangi kalian sehingga kalian murtad dari agama kalian, jika mereka mampu…” (Al Baqarah [2] : 217).
            Ayat ini menjadi pendorong dan penyemangat juang umat Islam dan sebagai bahan introspeksi diri sehingga perlu adanya benteng yang kuat untuk membentengi diri, tetapi mereka (musuh-musuh Islam) juga tidak pernah berhenti untuk berfikir dan terus berfikir, mereka merasa tergelitik dengan pernyataan "Gladstone" sehingga mereka harus memberikan tanggapan, untuk mewujudkan pernyataan "Gladstone" selanjutnya mereka menyusun langkah-langkah untuk menjauhkan umat Islam dari ajaranya. Dengan metode yang sistematis mereka mulai melancarkan serangan pemikiran yang berwujud program-program yang dikemas dengan menarik. Sehingga tanpa disadari, umat Islam sudah mengikuti mereka bahkan menjadi pendukung program-program yang mereka adakan, termasuk didalamnya perang pemikiran, perusakan akhlaq, sekulerisasi sistem pendidikan dll. Inilah langkah-langkah mereka, dalam melaksanakan beberapa program-programnya, sebagai mana berikut ini.
            Pertama : Perang pemikiran, umat Islam dicekoki dengan berita-berita yang menyudutkannya, sebagaimana mereka memberikan setempel para pejuang Islam yang berjuang dimedan tempur melawan musuh-musuh Allah dikatakan Teroris, Fondamentalis serta kata is-is yang lain. Namun kalimat-kalimat semacam itu tidak pernah tersetempelkan kepada kelompok mereka, kaum Salibis, Yahudi dan paganis, mereka tidak pernah menyebut Israel, Amerika, atau kelompoknya yang lain sebagai "teroris",  tetapi mereka menganggap kelompok mereka,  kelompok yang menjunjung tinggi nilai-nilai demokratik sejati.
            Kedua : Perusakan Akhlaq, dengan berbagai media, mereka musuh-musuh Islam telah mempersiapkan senjata, guna merusak serta membalik gaya pikir generasi Islam, memandang hal yang negative terlihat positif, memandang hal yang positif dianggap ketinggalan zaman dan puritan, dalam rangka merusak akhlaq generasi Islam, mereka mempersiapkan program-program menarik yang di kemas dalam: acara televisi, film-film, musik, lagu-lagu dll, bahkan tidak ketinggalan program pola berpakaian yang jauh dari tuntunan Islam. Mereka kemas dengan sebuah aturan yang harus diikuti dan tidak bolek tidak, yaitu berpakaian yang lebih cendrung mengumbar aurat, terutama dalam berolah raga dll..
            Ketiaga : Sekulerisasi sistem pendidikan, hampir di seluruh negeri muslim telah berdiri model pendidikan sekolah yang lepas dari nilai-nilai keagamaan. Mereka sengaja memisahkan antara agama dengan ilmu pengetahuan di sekolah. Sehingga muncullah generasi-generasi terdidik yang jauh dari agamanya. Sekolah macam inilah yang mereka dirikan di bumi Islam pada masa penjajahan (imperialisme), untuk menghancurkan Islam dari dalam tubuhnya sendiri hingga saat ini.
      Keempat : Pemurtadan, Ini adalah program yang paling jelas kita saksikan. Secara terang-terangan, orang-orang non muslim menawarkan "bantuan" ekonomi; mulai dari bahan makanan, rumah, jabatan, sekolah, dan lain-lainnya untuk menggoyahkan iman orang-orang Islam. Pastor Takly berkata: "Kita harus mendorong pembangunan sekolah-sekolah ala Barat yang sekuler. Karena ternyata banyak orang Islam yang goyah aqidahnya dengan Islam dan Al Qur'an setelah mempelajari buku-buku pelajaran Barat dan belajar bahasa asing". Samuel Zwemer dalam konferensi Al Quds untuk para pastor pada tahun 1935 mengatakan: "Sebenarnya tugas kalian bukan mengeluarkan orang-orang Islam dari agamanya menjadi pemeluk agama kalian. Akan tetapi menjauhkan mereka dari agamanya (Al Qur'an dan Sunnah). Sehingga mereka menjadi orang- orang yang putus hubungan dengan Tuhannya dan sesamanya (saling bermusuhan), menjadi terpecah-belah dan jauh dari persatuan. Dengan demikian kalian telah menyiapkan generasi-generasi baru yang akan memenangkan kalian dan menindas kaum mereka sendiri sesuai dengan tujuan kalian".       
            Sebagaimana kita ketahui bersama, program-program mereka tersusun rapi dan bisa dikatakan berhasil, dibandingkan dengan perang fisik atau militer program-program mereka dalam perang pemikiran menghadapi umat Islam, maka ghazwul fikri (perang pemikiran) ini memiliki beberapa keunggulan yang tidak dimiliki oleh peperangan fisik, yaitu:

  1. Dana yang dibutuhkan tidak sebesar dana yang diperlukan untuk perang fisik.
  2. Sasaran ghozwul fikri tidak terbatas.
  3. Seranganya bisa mengenai siapa saja.
  4. Tidak ada korban dari pihak penyerang.
  5. Sasaran yang diserang tidak merasakan bahwa sesungguhnya dirinya dalam kondisi terserang
  6. Dampak yang dihasilkan sangat fatal dan berjangka panjang .
  7. Efektif dan efisien.

Yang menjadi sasaran ghozwul Fikri adalah pola pikir dan akhlaq. Apabila seseorang sering menerima pola pikir sekuler, maka iapun akan berpikir ala sekuler. Bila seseorang sering dicekoki paham komunis, materialis, fasis, marksis, liberalis, kapitalis atau is-is yang lainnya, maka merekapun akan berpikir dari sudut pandang paham tersebut. Sementara itu dalam hal akhlaq, boleh jadi pada awalnya seseorang menolak terhadap suatu tata cara kehidupan tertentu, namun karena tiap kali ia selalu mengkonsumsi tata cara tersebut, maka lama kelamaan akan timbul perubahan dalam dirinya. Yang semula menolak, akan berubah menjadi menerima. Dari yang sekedar menerima itu akan berubah menjadi suka. Selanjutnya akan timbul dalan dirinya tata sikap yang sama persis dengan mereka.
Bahkan pada akhirnya akan menjadi pendukung setia tata hidup jahiliyah tersebut. Seperti contohnya adanya pergaulan bebas antara wanita dan pria yang bukan muhrim, seperti kita lihat dalam kehidupan sehari-hari. Demikianlah bahaya ghazwul fikri. Ia akan menyeret seseorang ke dalam jurang kesesatan dan kekafiran tanpa terasa. Ibaratnya seutas rambut yang dicelupkan ke dalam adonan roti, kemudian ditarik dari adonan tersebut. Tak akan ada sedikitpun adonan roti yang menempel pada rambut. Rambut itu keluar dari adonan dengan halus sekali tanpa terasa. Demikianlah, seseorang hanya tahu bahwa ternyata dirinya sudah berada dalam kesesatan, tanpa terasa!

Penutup
            Perang pemikiran, memiliki dampak yang sangat dahsyat bagi umat Islam, terutama bagi generasi muda, tetapi perang pemikiran ini tidak akan membawa  dampak yang berarti bagi generasi muda kita mereka kita bentengi dengan pemahaman al-Qur'an dan as-Sunnah dengan benar dan mendalam, penanaman Aqidah yang benar dan kuat. Tetap, tatkala itu semua kita abaikan tidak menutup kemungkinan generasi kita akan menjadi bagian dari batu sandungan bagi kita semua, yang berdampak pada rusaknya pemahaman mereka terhadap Islam, Al-Qur'an dan as-Sunnah bahkan akan menjauhkan mereka dari kholiknya. Semoga Allah senantiasa menjaga iman kita, anak-anak kita dan memasukkan kita sebagai hamba yang senantiasa mendapat ridho-Nya. Amien.

0 comments:

TULIS KOMENTAR ANDA..!!

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger