Blog e arek Mblitar..
ISLAM CORNER | HANDPHONE | WINDOWS TRICK | SEO | SOFTWARE | VIRUS | ISENG | CBOX TRICK | CSS TUTORIAL | HACKING | BLOGGING TIPS | INTERNET | HTML TUTORIAL |

MEMBEBASKAN UMAT DARI PENJAJAHAN PEMIKIRAN


MEMBEBASKAN UMAT DARI PENJAJAHAN PEMIKIRAN

Tantangan-tantangan terhadap umat Islam kian hari kian memprihatinkan saja. Apa bila hal ini tidak direspon secara serius dikhawatirkan beberapa tahun yang akan mendatang generasi kita akan menjadi generasi yang asing dari Islam. Kekhawatiran ini bukanlah mengada-ngada, kalau kita menoleh ke belakang telah terjadi pergeseran-pergesaran nilai dan budaya yang sangat drastis sekali. Tradisi-tradisi religius dan moral islami yang dulu sangat dipegang teguh kini telah banyak yang hanyut oleh arus budaya asing dan gaya hidup yang permisif. Belum lagi usaha-usaha yang sistemik untuk terus mereduksi ajaran-ajaran agama lewat kampanye liberalisasi. Pemikiran-pemikiran yang bertentangan dengan ajaran agama terus menerus dipropagandakan bahkan pemahaman-pemahaman sesat ini sudah pada tataran praktek yang dilakukan secara terang-terangan. Tidak perlu disangsikan bahwa kampanye liberalisasi Islam yang diusung oleh kacung-kacung yahudi telah menyumbangkan andil yang besar dalam melonggarnya nilai-nilai Islam di masyarakat dan institusi Negara.
Semakin menurunnya kesadaran beragama di kalangan generasi kita ditenggarai oleh semakin menurunnya pemahaman akan ajaran Islam. Ini berkaitan erat dengan sistem pendidikan kita. Pengajaran agama disamping kurang mendapat perhatian juga lebih ditekankankan pada aspek kognitif saja sedangkan aspek penanaman nilai keislaman sangat kurang. Orientasi pengajaran pun mengalami pergeseran yang sangat dirasakan. Pelajaran diberikan sejauh mana nilai ekonomisnya bagi siswa kelak sebagai contoh dalam pengajaran bahasa asing, yang mendapatkan prioritas adalah bahasa yang lagi trend digunakan dalam hubungan ekonomi dan bilateral sedangkan bahasa Arab sebagai syarat kemampuan untuk menjembatani hubungan dengan dunia Islam dan bahasa pendidikan Islam kurang mendapat perhatian. Alangkah baiknya bila bahasa Arab dijadikan materi UAN pada MA sejajar dengan bahasa Inggris. Padahal sebagai media dalam pengajaran agama tingkat kemampuan berbahasa Arab bisa dijadikan ukuran kualitas pemahaman agama seseorang meski tidak mutlak. Sebagai bangsa yang mengaku terbesar di dunia dalam jumlah pemeluk Islamnya mestinya menaruh perhatian besar dalam pendidikan agama dan bahasa Arab agar agama ini memberikan perannya dalam pencerahan kehidupan berbangsa bernegara dan beragama. Bukankah tiap-tiap bangsa merasa bangga dengan bahasanya, dan mewajibkan generasinya untuk mempelajarinya. Kita kaum muslimin adalah golongan yang paling berhak untuk mempelajari bahasa Arab, kaidah-kaidahnya, ilmu-ilmunya, memahami lafadz dan susunan kalimatnya karena bahasa Arab adalah bahasanya Al Quran dan As Sunah yang wajib kita ketahui pesan-pesannya dan bahasa hubungan dunia Islam. Apakah alasan ini kurang cukup bagi kita untuk mempelajari bahasa Arab? Diantara sebab-sebab melemahnya bahasa Arab adalah sebagian besar generasi muda kita lebih memperhatikan bahasa-bahasa asing hal ini karena didorong kepentingan menguasai bahasa-bahasa asing tersebut bila kelak mereka memasuki perguruan tinggi yang lebih spesifik dalam suatu disiplin ilmu. Kita tidak mengingkari kepentingan hal ini. Paling tidak mereka juga mempunyai pertimbangan dan perhatian yang sama, itu harapan kita. Sebagai muslim bagi kita bahasa Arab bukanlah bahasa Asing. Seseorang yang cerdas tentu akan mementingkan bahasa Ibunya dahulu sebelum mempelajari bahasa asing.
Kenapa Al Quran dan bahasa Arab semakin tidak diminati oleh kaum muslimin? Dan kenapa kesadaran beragama kaum muslimin semakin menurun?  Permasalahan ini tidak lepas dari  persekongkolan jahat untuk semakin menjauhkan mereka dari aqidah yang hanif. Islam sekarang ini dikelilingi oleh musuh-musuhnya yang menyimpan kebencian yang amat sangat.  Berat bagi mereka melihat kenyataan bahwa kaum muslimin memegang teguh ajaran Islam. Seorang anggota parlemen di Negara Eropa telah berteriak di depan sidang Majlis Parlemen,” tidak ada perdamaian selama Al Quran masih dibaca oleh kaum muslimin.” Pernyataan ini menunjukan besarnya kedengkian musuh-musuh Islam terhadap islam dan pemeluknya.
Akan tetapi musuh yang senantiasa menunggu-nunggu saat tepat untuk menyerang dan telah melakukan berbagai makar tidak mampu menyingkirkan Al Quran. Karena ia adalah kitab mulia yang Allah sendiri memberikan jaminan atas penjagaannya. Ketika mereka berputus asa dari usaha untuk merubah satu huruf saja dari Al Quran atau menjauhkan kaum muslimin dari menjadikan Al Quran sebagai sumber petunujuk dengan menyebarkan keragu-raguan atas otentitas dan sakralitas Al Quran, mereka menempuh jalan lain. Para pemuda muslim yang datang ke negri-negri Barat untuk menuntut ilmu dijadikan target untuk menebar syubhat dan mencekoki pikiran mereka dengan paham-paham baru yang merepresentasikan kehidupan yang jauh dari spiritual agama. Dengan demikian mereka telah meracuni akal dan merusak jiwa pemuda muslim. Kemudian kembalilah pemuda-pemuda muslim tersebut ke negri masing-masing dan menyebarkan pemikiran-pemikiran sesat. Mereka mengkritik prinsip-prinsip dasar islam. Akhirnya mereka berhasil mencapai jabatan-jabatan tinggi di negara-negara Islam dan mengendalikan bidang-bidang strategis. Jadilah-jadilah undang-undang yang berlaku di Negara-negara tersebut bukan bersumber dari Islam akan tetapi diambil dari undang-undang Barat yang berlawanan sangat mendasar sekali dengan Islam. Dengan hal ini berubahlah penjajahan dari cara-cara militer ke cara-cara penanaman keragu-raguan. Tidak diragukan bahwasannya penjajahan gaya terakhir ini lebih berbahaya. Usaha-usaha untuk menangkal konspirasi musuh-musuh Islam harus dilakukan dengan jihad membebaskan jiwa dan hati dari penjajahan pemikiran dan mengembalikannya kepada keimanan setelah dibersihkan dari kekufuran dan kesesatan. [Hasanal Khuluqi]

0 comments:

TULIS KOMENTAR ANDA..!!

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger